Para Atlet di Asian Games 2018 Memburu Jajanan di Sekitar Pinggir Kali

0
104
Asian Games 2018 | Atlet India Menilai Pendukung Indonesia adalah Juara Dunia
judi online

Asian Games 2018 yang telah memasuki hari ke sebelas rupanya memberikan kisah tersendiri bagi para atlet yang sepertinya mulai bosan untuk mengonsumsi beberapa makanan yang tersedia di Wisma Atlet | Kemayoran | Jakarta. Pasalnya, kebanyakan dari mereka mulai tertarik untuk mencari makanan lain yang berada diluar daftar menu yang telah disajikan.

Harry Warganegara sebagai Deputi Satu Panitia Asian Games 2018 menjelaskan jika perkara tersebut bukan hanya dirasakan beberapa atlet dari negara lain saja, melainkan juga bagi atlet tuan rumah yang mulai bosan dan tidak selera untuk mengonsumi beberapa makanan yang tersedia di Wisma Atlet.

“Untuk segi makanan, mereka mulai tidak tertarik mengonsumsinya walaupun kami telah menyediakan berbagai pilihan menu yang terdiri dari makanan khas Indonesia, Timur Tengah, Asia Tengah dan juga salad. Namun, mereka lebih menyukai beberapa makanan di beberapa warung yang terdapat di pinggir kali dan jika terjadi sesuatu selalu kami yang akan ditegur,” ujar Harry saat ditemui di ruang konferensi pers MPC pada hari Senin (27/8/2018).

“Sementara itu, di Atlet Village 1 tersedia sebuah kafe dan disana milik Inasgoc yang telah dipakai panitia khusus membeli dan menyediakan berbagai makanan. Jika mereka ingin datang ke sana akan selalu kami cegah dan mereka justru menentang dan marah. Lalu, kami akhirnya meminta sebuah konfirmasi kepada pimpinan mereka akan hal ini dan semua pemimpin pun tidak mengizinkannya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Harry pun menjelaskan bahwa ada beberapa atlet dan juga official asal Jepang yang selalu membawa cadangan air. Akan tetapi, Inasgoc yang mengikuti aturan tetap dari OCA tidak pandang bulu dan telah menyita semua minuman jenis bir yang mereka bawa dari negaranya.

“Beberapa orang yang berasal dari negara lain justru membawa bir dan telah kami sita. Bahkan, jita dihitung sudah menembus puluhan kaleng, sedangkan atlet tersebut sulit diatur karena berada dibawah pengaruh minuman yang dikonsumsi dan ditekankan dengan budaya negaranya yang sangat berbeda dengan Indonesia,” tutur Harry.

“Korea dan Jepang mungkin saja telah menelan kekalahan, namun mereka juga mengira jika para official tidak akan bertanding dan hal ini dilarang keras oleh OCA,” tutupnya.

judi bola